Senin, 09 April 2012

INFLASI






INFLASI
                    MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM 2








                           Nama                          : Citra Nurhanifah
                           NPM                           : 11110613

                           Kelas                           : 2KA03



UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2011/2012






PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Seperti yang di ketahui bahwa di Indonesia inflasi merupakan penyakit ekonomi yang tidak bisa diabaikan, karena dapat menimbulkan dampak yang sangat luas. Oleh karena itu inflasi sering menjadi target kebijakan pemerintah. Inflasi tinggi begitu penting untuk diperhatikan mengingat dampaknya bagi perekonomian yang bisa menimbulkan ketidakstabilan, pertumbuhan ekonomi yang lambat, pengangguran yang selalu meningkat.
Seperti pengangguran, inflasi juga merupakan masalah yang selalu dihadapi . Sasaran ditetapkan untuk inflasi yang diukur dengan indeks harga kosumen ( IHK )  memberi informasi tentang indeks mengenai perkembangan rata-rata perubahan harga sekelompokbarang atau jasa tetap yang  pada umumnya dikonsumsi oleh rumah tangga dalam suatu kurun waktu tertentu. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan ( Inflasi ) atau tingkat penurunan (deflasi) harga barang atau jasa kebutuhan rumah tangga sehari-hari dengan mengeluarkan dampak dari kenaikkan harga-harga yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah di bidang harga dan pendapatan. Sehingga kita mengetahui inflasi adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi sedangkan deflasi berarti penurunan harga barang dan jasa secara umum. Hal tersebut  dapat menyebabkan kelesuan dalam dunia ekonomi. Dari pengertian tersebut  apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini.
Oleh karena itu, tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah.  Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Namun demikian ada negara yang meng-hadapai tingkat inflasi  yang lebih serius atau sangat tinggi, misalnya Indonesia pada tahun 1966 dengan tingkat inflasi 650%. Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiper inflasi ( hyper inflation ).
Sehingga sasaran inflasi tersebut adalah ekonomi makro,arena ekonomi makro dapat sangat mempengaruhi usaha rumah tangga, perusahaan,dan pasar bebas.Karena seperti yang diketahui ekonomi makro itu untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.Untuk itu dengan menggunakan model-model makroekonomi yang dikembangkan , menganalisis dan memproyeksikan bebepara laju pertumbuhan ekonomi kedepannya,dengan berbagai komponen-komponennya dan komposisinya yang didorong oleh sisi permintaan dan sisi penawaran.Dengan cara ini dapat diukur kecenderungan terjadinya kesengajaan antara besarnya permintaan dengan penawaran agregat ( yang diukur dengan output potensial ),atau yang sering disebut output gap( kesenjangan output ).Besarnya output gap inilah yang diperkirakan akan menentukan besarnya tekanan terhdap inflasi kedepannya. Selain itu IHK yang mengalami kenaikan tertinggi dan menggunakan Time Series untuk mendapatkan model terbaik dan meramalkan indeks harga konsumen.

1.2  Perumusan Masalah

1.2.1        Identifikasi Masalah
Permasalahan yang diambil adalah
1.      Penyebab dari inflasi tersebut mengapa sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi seluruh negara.
2.      Faktor-faktor terjadinya inflasi di Indonesia dan apa pengaruhnya bagi pekembangan ekonomi Indonesia

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.
Kenaikan harga ini diukur dengan menggunakan indeks harga. Beberapa indeks harga yang sering digunakan untuk mngukur inflasi antara lain :
1.      Indeks biaya hidup (consumer price index)                                                                                    
Indeks biaya hidup mengukur biaya atau pengeluran untuk membeli sejumlah barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga untuk keperluan hidup.
2.      indeks harga perdagangan besar (wholesale pirce index) 
indeks perdangangan besar meniti beratkan pada sejumlah barang pada tingkat pedangangan besar.

3.      GNP deflator
GNP deflator adalah jenis indeks yang lain. Berbeda dengan dua indeks di atas, dalam cakupan barangnya. GNP deflator mencakup jumlah barang dan jasa yang mencangkup dalam perhitungan GNP, jadi lebih banyak jumlahnya bila dibanding dengan dua indeks di atas GNP deflator diperoleh dengn membagi GNP nominal (diatas harga Berlaku) dengan GNP rill (atas dasar harga konstans)
GNP Deflator  =  GNP nominal x 100
                              GNP rill
2.1  Penggolongan Inflasi
 Inflasi dapat digolongkan menjadi 2 yaitu ;
1.      Inflasi yang berasal dari dalam negeri
Inflasi alm negeri terjadi akibat defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya bursa pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi naik.
2.      Inflasi dari luar negeri
Inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang imporIni bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikkan tarif impor barang.
Inflasi dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga
1.      Inflasi Tertutup ( Closed Inflation )
Jika kenaikkan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu  atau dua barang tertentu.
2.      Inflasi Terbuka ( Open Inflation )
Apabila kenaikkan harga yang terjadi pada semua barang secara umum.
3.      Inflasi yang tak terkendali ( Hiperinflasi )
Jika setiap harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot.
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
1.     Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
2.     Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3.     Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4.     Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)


PEMBAHASAN


Globalisasi perdagangan bebas diseluruh dunia, yang secara langsung berpengaruh terhadap kondisi perekonomian suatu negara. Persaingan global mendorong pemerintah lebih memperhatikan berbagai aspek, khususnya aspek ekonomi. Era globalisasi sendiri merupakan sesuatu yang positif, dalam pengertian sebagai proses di mana ekonomi semua negara saling berinteraksi secara timbal balik satu sama lain, dan dengan demikian memberi peluang bagi masing-masing Negara untuk mengembangkan dan meningkatkan ekonominya. Proses globalisasi sendiri dapat diidentifikasikan dalam lima ciri pokok yaitu : pertumbuhan transaksi keuangan internasional yang cepat; pertumbuhan perdagangan yang cepat; gelombang investasi asing langsung yang mendapat dukungan luas dari kalangan perusahaan trans-nasional; timbulnya pasar global; penyebaran teknologi dan komunikasi yang semakin canggih.
Seperti yang telah dikemukakan diatas proses globalisasi yang begitu cepat dengan pertumbuhan perdagangan yang cepat maka tidak menutup kemungkinan hal tersebut dapat memicu kenaikkan inflasi,karena pergerakkan harga yang cepat melonjak karena arus perdagangan yang cepat. Pengaruh akan inflasi untuk semua negara maju ataupun yang berkembang sangat lah penting untuk dianalisis dan diawasi setiap pergerakkanknya,karena pengaruh inflasi ini membuat suatu negara dilanda krisis berkepanjangan,sehingga kita harus mengetahui penyebabnya.

Penyebab Inflasi, dapat dibagi menjadi :
  1. Demand Side Inflation, yaitu disebabkan oleh kenaikan permintaan agregat yang melebihi kenaikan penawaran agregat
  2. Supply Side Inflation, yaitu disebabkan oleh kenaikan penawaran agregat yang melebihi permintaan agregat
  3. Demand Supply Inflation, yaiti inflasi yang disebabkan oleh kombinasi antara kenaikan permintaan agregat yang kemudian diikuti oleh kenaikan penawaran agregat,sehingga harga menjadi meningkat lebih tinggi
  4. Supressed Inflation atau Inflasi yang ditutup-tutupi, yaitu inflasi yang pada suatu waktu akan timbul dan menunjukkan dirinya karena harga-harga resmi semakin tidak relevan dalam kenyataan
Dalam hal ini, Inflasi mempunyai keuntungan dan kerugian tersendiri yang bisa digunakan mengembangkan model-model solusi pada saat terjadi inflasi,pemerintah atau bahkan masyarakat dapat mengatasinya, sehingga inflasi tersebut tidak banyak berpengaruh pada perkenomian Indonesia.
Pengaruh  Positif Dari Inflasi
1.      Jika Inflasi termasuk dalam inflasi ringan makan positifnya dapat meningkatkan pendapatan nasional dan dapat membuat gairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi semakin tinggi sebagai contoh seseorang yang bekerja di perusahaan yang perusahaan tersebut mengandalkan untung dan rugi nya dengan adanya inflasi.
2.      Inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikkan biaya produksi,hal tersebut terjadi apabila produsen akan mendorong untuk melipatgandakn produksinya.

Pengaruh Negatif Dari Inflasi

1.      Inflasi dan Perkembangan Ekonomi
Inflasi yang tinggi tingakatnya akan menghambat perkembangan ekonomi. Biaya yang terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktif sangat tidak menguntungkan. Maka pemilik modal biasanya lebih suka menggunakan uangnya untuk tujuan spekulasi. Investasi produktif akan berkurang dan tingkat kegiatan ekonomi akan menurun. Sebagai akibatnya lebih banyak pengangguran akan terwujud.
Kenaikan harga-harga juga menimbulkan efek buruk pula ke atas perdagangan. Kenaikan harga menyebabkan barang-barang Negara itu tidak dapat bersaing di pasaran internasional, selanjutnya ekspor akan menurun. Sebaliknya, harga-harga produksi dalam negeri yang semakin tinggi sebagai akibat inflasi menyebabkan barang-barang impor relatif murah, maka lebih banyak impor yang dilakukan. Ekspor yang menurun dan diikuti oleh impor yang bertambah menyebabkan ke tidak seimbangan dalam aliran mata uang asing. Kedudukan neraca pembayaran akan memburuk.

2.      Inflasi dan Kemakmuran Rakyat
Disamping menimbulkan efek buruk ke atas kegiatan ekonomi Negara inflasi juga akan menimbulkan efek-efek terhadap individu dan masyarakat.

3.      Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang-orang yang berpendapatan tetap. 
Pada umumnya kenaikan upah tidaklah secepat kenaikan harga-harga. Maka inflasi akan menurunkan upah riil individu-individu yang berpendapatan tetap. Sehingga daya beli masyarakat juga akan menurun.Sebagai contoh : seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
4.      Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang.
Sebagian kekayaan masyarakat disimpan dalam bentuk uang. Simpanan di bank, simpanan tunai, dan simpanan dalam institusi-institusi keuangan lain merupakan simpanan keuangan. Nilai riilnya akan menurun apabila inflasi berlaku

5.      Memperburuk pembagian kekayaan
Telah ditunjukkan bahwa penerima pendapatan tetap akan menghadapi kemorosotan dalam nilai riil pandapatnya, dan pemilik kekayaan bersifat keuangan mengalami penurunan dalam nilai riil kekayaannya. Juga sebagian penjual/pedagang dapat mempertahankan nilai riil pendapatannya. Dengan demikian inflasi menyebabkan pembagian pendapatan diantara golongan berpendapatan tetap dengan pemilik-pemilik harta tetap dan penjual/pedagang akan menjadi semakin tidak merata.
            Masalah Inflasi juga mulai masuk ke Indonesia,masalah yang sering kali menjadi alasan untuk menaikkan harga-harga kebutuhan pokok  masyarakat Indonesia, Dalam beberapa tahun terakhir Indonesia belum dapat menyelesaikan masalah perekonominya. Berbagai upaya telah dilakukan agar Indonesia keluar dari krisis yang melanda sejak 1997, akibat penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Hal tersebut sangat mempengaruhi semua aktivitas perekonomian seperti: terjadinya kesenjangan antara sektor moneter dengan sektor riil yang semakin melebar, dari segi permintaan terjadi peningkatan untuk pembelian dollar di mana cadangan devisa yang digunakan untuk memasok permintaan tersebut sangat terbatas, adanya proyek-proyek yang sifatnya konsumtif, waktu jatuh tempo utang swasta yang membengkak. Kondisi semacam ini semakin memuncak hingga rupiah terperosok pada titik yang terendah.
            Faktor yang menjadikan inflasi di indonesia salah satu nya adalah  melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Sebagai contoh pada tahu 1997 laju inflasi sebesar 11,1%,diikuti pula tahun 1998 tingkat inflasi mencapai 77,36%. Inflasi terjadi akibat peningkatan para spekulasi terhadap nilai tukar serta melonjaknya permintaan pasar karena adanya ketidakpastian harga.Tahun 1999 tingkat inflasi relatif terkendali sebesar 2,01%,sedangkan pada tahun 200 tingkat inflasi melonjak kembali melebihi angka yang telah di targetkan sebesar 9,35%.Sementara itu tahun 2001 diperkirakan laju inflasi berada di level 4-6%,juga di tahun 2002 dan 2003 laju inflasi diperkirakan dilevel 7-9%.
Untuk mengatasi hal tersebut pemeritah Indonesia mengupayakan yang harus dilakukan untuk mengatasi tingkat inflasi di indonesia, pemerintah harus mempunyai suatu kebijakan yang dapat menekan tingkat inflasi dan menciptakan stabilitas moneter yang merupakan persoalan struktural dalam perekonomian indonesia. Kesemuanya itu tidak mudah dan memerlukan kehati-hatian yang mendalam. Informasi mengenai faktor utama yang menyebabkan kenaikan laju inflasi sangat diperlukan sebelum pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk menekan laju inflasi yang berlebihan.Peranan nilai tukar dalam perdagangan internasional, sangat mempengaruhi apakah seorang investor, importir, pengusaha, maupun lembaga bisnis lainnya akan melakukan kegiatannya. Sebagai upaya untuk mengetahui bagaimana suatu nilai tukar valuta asing terbentuk, seseorang perlu memperhatikan aspek perubahan kurs, sehingga dengan demikian dapat mengestimasi arah dari perubahan kurs yang akan datang.
Menurut yang dikemukakan diatas , bahwa semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika serta tingginya inflasi yang akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat cenderung meningkatkan konsumsi impornya, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara nilai ekspor dengan impor.
Selain Kurs rupiah,inflasi juga berpengaruh adanya muncul pengangguran di Indonesia . tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dari hasil pengamatan, ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan rendah. Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena, pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan
setiap tahunnya. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. Karena itu, setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran, yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment).
            Pada tahun 1980-an, pengangguran terbuka di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat yaitu dari 1,7 persen pada tahun 1980 menjadi 3,2 persen pada tahun 1990. Pertumbuhan pengangguran di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan, yaitu meningkat dari 2,8 persen pada tahun 1980 menjadi 6,1 persen pada tahun 1990. Sebaliknya tingkat pengangguran di pedesaan menurun secara drastis yaitu dari 1,4 persen menjadi 0,1 persen.Dari sisi pendidikan, tingkat pengangguran selama periode 1980 – 1990 pada semua tingkat pendidikan memper-lihatkan kecenderungan yang meningkat. Seterusnya, tingkat angkatan kerja berpendidikan di bawah Sekolah Dasar yang menganggur paling rendah sedangkan yang berpendidikan tinggi adalah yang paling tinggi, yaitu meningkat dari 1,8 persen pada 1980 menjadi 15,9 persen pada 1990. Selanjutnya, tingkat pengangguran di kota Indonesia selama periode 1971-1980 relatifnya rendah dan memperlihatkan kecenderungan yang menurun. Menurut Manning (1984: 1-28), kadar pengangguran rendah ini disebabkan karena: (a) besarnya kemampuan sektor informal menyerap, bahkan menarik sejum-lah besar penganggur, (b) tingkat investasi pemerintah yang tinggi dalam projek pembangunan dan prasarana sosial (sekolah, klinik kesehatan dan lain-lain), dan (c) pertumbuhan sektor pertanian yang tinggi dan adanya peluang pekerjaan baru di luar bidang usaha tani di pedesaan.



PENUTUP
1.      KESIMPULAN

Inflasi merupakan kenaikkan harga yang terus menurus dalam kurun waktu yang lama.Inflasi ini juga termaksud dalam ancaman terbesar dalam dunia perekonomian suatu negara,karena inflasi dalam menyebabkan krisis yang berkepanjangan.Hal itu itu terbukti dengan ada lemahnya nilai tukar kurs uang negara,dan inflasi juga menyebabkan banyak bermunculan pengangguran.

2.      SARAN

Dalam pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah sebaiknya harus memperhatikan dampak jangka panjang nya dan hanrus lebih memperhatikan kenaikan atau penurunan dari inflasi tersebut sehingga dapat mewaspadai pengaruh inflasi tersebut.






 SUMBER : 
  1. MAKALAH%20INFLASI%20«%20Emperordeva’s%20Weblog.htm
  2. MAKALAH%20INFLASI%20«%20Emperordeva’s%20Weblog.htm
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi
  4. http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-tentang-inflasi-dan-dampaknya.html
  5. http://ekonomi.kabo.biz/2011/12/efek-buruk-inflasi.html
  6. http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptumm-gdl-s1-2002-tri-8800-inflasi
  7. http://id.berita.yahoo.com/harga-bbm-naik-pengaruh-inflasi-hanya-3-bulan-062834824.html
  8. http://harisahmad.blogspot.com/2011/01/pengaruh-inflasi-dan-pertumbuhan.html
  9.  

                                                                                                                                        














Kamis, 09 Februari 2012

Komputer Dan kesehatan


Tidak  mengherankan pada zaman modernisasi seperti sekarang, kemajuan teknologi sangat maju pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,teknologi-teknologi seperti komputer,handphone dan gadget lainnya.Tetapi seiring dengan kemajuan itu sebagai manusia kita memiliki keterbatasan dengan kondisi-kondisi tubuh sendiri,berikut adalah bahaya terlalu lama berada dalam radiasi komputer
Kondisi ini, menurut peneliti, menunjukkan bahwa otot-otot yang mengontrol lensa fokus Anda sudah kelelahan. Selanjutnya:

1.     Melihat layar komputer selama sembilan jam atau lebih sehari berkaitan dengan penyakit mata progresif, yang   jika tidak ditangani bisa menyebabkan kebutaan.


2.     Melihat layar komputer selama Sembilan jam atau lebih meningkatkan risiko glaucoma pada orang-orang yang rabun jauh.


3.     Sekitar lima persen kelainan bidang penglihatan disebabkan oleh terlalu lama menggunakan komputer.


4.     Rabun jauh telah dikaitkan dengan glaucoma. Glaucoma merupakan penyakit di mana cairan tidak bisa keluar dari mata karena jaringan dalam iris (bagian mata yang berwarna) telah tersumbat.


5.     Tekanan yang menumpuk dalam mata bisa merusak serat-serat saraf di belakang mata dan saraf optik.


               6.     Jika kondisi ini dibiarkan dan Anda tidak mengurangi tekanan terhadap mata,
 Pencegahan

Untuk membantu mata yang sudah kelelahan dan mencegah mata kering, cobalah menyesuaikan layar monitor untuk mengurangi cahaya silau dan pantulan.

Selain itu, cobalah melatih mata dengan mengubah-ubah fokus antara benda dekat dan benda yang jauh. Lihatlah sesuatu di kejauhan hingga benda tersebut terlihat jelas. Kemudian lihat kembali selembar kertas di dekat Anda. Di awal-awal, mata akan memerlukan waktu untuk fokus. Tapi, terus lanjutkan hingga Anda bisa fokus dalam waktu cepat. Kemudian kembali bekerja dan ulangi latihan tersebut setiap satu jam.

Di samping itu, ahli fisioterapi juga menganjurkan Anda untuk sekali-sekali menggosokkan kedua telapak tangan dan menutupkannya di atas mata. Cara ini dinyatakan bisa membantu meredakan gejala mata lelah.

Cegah mata lelah di tempat kerja

Berikut beberapa langkah yang bisa menjadi panduan Anda:

1. Tempatkan layar Anda 20 hingga 26 inci jauhnya dari mata dan posisinya sedikit di bawah ketinggian mata.

2. Gunakan penjepit kertas dan letakkan tepat di samping layar komputer. Pastikan posisinya cukup dekat sehingga Anda tidak perlu mengayunkan kepala ke depan atau ke belakang saat hendak berlatih mengubah fokus mata.

3. Gunakan penerangan atau pencahayaan yang tidak terlalu silau. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan filter cahaya di layar komputer Anda.

4. Gunakan kursi yang bisa disesuaikan.

5. Pilihlah layar yang bisa dimiringkan dan diputar. Selain itu, keyboard yang bisa disesuaikan juga akan membantu
 
http://metrotvnews.com/read/news/2012/01/30/80231/Efek-Terlalu-Lama-di-Depan-Komputer/11

Senin, 09 Januari 2012

KEPEMIMPINAN





          Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasikan ke arah percapaian tujuan

      Tipe-Tipe Kepemimpinan:
     1.    Tipe Otokratis
     Ciri-cirinya anatara lain:
a.     Mengandalkan kepada kekuatan / kekuasaan
b.    Menganggap dirinya paling berkuasa
c.     Keras dalam mempertahankan prinsip
d.    Jaug dari bawahan
e.     Perintah diberikan secara paksa
2. Tipe Laissez Faire
    Ciri-cirinya antara lain:
a.     Memberi kebebasan kepada bawahan
b.    Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
c.     Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
d.    Tidak mempunyai wibawa
e.     Tidak ada koordinasi yang baik
    3.   Tipe Parternalistik
    Ciricirinya antara laing Lain;
a.     Pemimpin bertindak sebagai bapak
b.    Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa
c.     Selalu memberi p[erlindungan
d.    Keputusan ditanan kepemimpinan
    4.   Tipe Militerlistik
    Ciri-cirinya antara lain:
a.     Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
b.    Menggunakan sistem komanda/perintah
c.     Segala sesuatu bersifa formal
d.    Displin yang tinggi,kadang bersifat kaku.                                                
   5. Tipe Demokratis
Ciri-cirinya antara lain:
a.     Berpartisifasi aktif dalam kegiatan organisasi
b.    Bersifat terbuka
c.     Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-ide terbaru
d.    Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat
e.     Menghargai potensi individu.
     6.  Tipe Open Leadership
    Tipe hampir sama dengan demokratis.Perbedaannya terletak dalam hal          pengambilan keputusan.Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.


 TEORI KEPEMIMPINAN

Teori kepemimpinan awal berfokus pada kualitas apa yang membedakan antara pemimpin dan pengikut, sementara teori-teori berikutnya memandang variabel lain seperti faktor-faktor situasional dan tingkat keterampilan.: Sementara banyak teori kepemimpinan yang berbeda telah muncul, paling dapat diklasifikasikan sebagai salah satu dari delapan jenis utama:
     1.  "Great Man" Teori:
Teori-teori orang besar menganggap bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk melekat - bahwa pemimpin yang hebat dilahirkan, bukan dibuat. Teori-teori ini sering menggambarkan pemimpin besar seperti heroik, mitis dan ditakdirkan untuk naik ke kepemimpinan bila diperlukan. Para "Manusia Agung" adalah istilah yang digunakan karena, pada waktu itu, kepemimpinan dianggap terutama sebagai kualitas laki-laki, terutama dalam hal kepemimpinan militer. Pelajari lebih lanjut tentang teori kepemimpinan orang besar .
2. Teori Ciri:
Mirip dalam beberapa cara untuk "Great Man" teori, teori sifat berasumsi bahwa orang mewarisi sifat tertentu dan sifat-sifat yang membuat mereka lebih cocok untuk kepemimpinan. Teori Trait sering mengidentifikasi kepribadian tertentu atau karakteristik perilaku bersama oleh para pemimpin. Jika sifat tertentu adalah fitur kunci dari kepemimpinan, maka bagaimana kita menjelaskan orang-orang yang memiliki sifat-sifat tetapi bukan pemimpin?
3.  Teori Kontingensi:
Teori kontingensi fokus kepemimpinan pada variabel tertentu yang berkaitan dengan lingkungan yang mungkin menentukan gaya kepemimpinan tertentu yang paling cocok untuk situasi ini. Menurut teori ini, tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dalam segala situasi. Sukses tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas dari para pengikut dan aspek situasi.


4. Teori Situasional:

Teori Situasional mengusulkan bahwa pemimpin memilih tindakan yang terbaik berdasarkan variabel situasional. Gaya kepemimpinan yang berbeda mungkin lebih sesuai untuk jenis tertentu dari pengambilan keputusan.
5. Teori Perilaku:
Teori perilaku kepemimpinan didasarkan pada keyakinan bahwa pemimpin besar yang dibuat, bukan dilahirkan. Berakar pada behaviorisme , teori kepemimpinan berfokus pada tindakan para pemimpin tidak pada kualitas mental atau negara internal. Menurut teori ini, orang bisa belajar untuk menjadi pemimpin melalui pengajaran dan observasi.
6. Teori Partisipatif:
Teori kepemimpinan partisipatif menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang ideal adalah salah satu yang mengambil masukan dari orang lain ke rekening. Para pemimpin mendorong partisipasi dan kontribusi dari anggota kelompok dan membantu anggota kelompok merasa lebih relevan dan berkomitmen untuk proses pengambilan keputusan. Dalam teori partisipatif, bagaimanapun, pemimpin berhak untuk memungkinkan masukan dari orang lain.
7. Teori manajemen:
Teori manajemen, juga dikenal sebagai teori transaksional , fokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi dan kelompok. Ini dasar teori kepemimpinan pada sistem penghargaan dan hukuman. Teori-teori manajerial yang sering digunakan dalam bisnis, ketika karyawan yang sukses, mereka dihargai, ketika mereka gagal, mereka ditegur atau dihukum. Pelajari lebih lanjut tentang teori kepemimpinan transaksional .


8. Hubungan Teori:
Hubungan teori, juga dikenal sebagai teori transformasi, fokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin dan pengikut. Transformasional pemimpin memotivasi dan menginspirasi orang dengan membantu anggota kelompok melihat pentingnya dan lebih tinggi baik dari tugasPara pemimpin ini difokuskan pada kinerja anggota kelompok, tetapi juga ingin setiap orang untuk memenuhi potensi-nya. Pemimpin dengan gaya ini sering memiliki standar etika dan moral yang tinggi. 

sumber: 
  1. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http:  //psychology.about.com/od/leadership/p/leadtheories.htm
  2. http://www.google.co.id/imgres?q=KEPEMIMPINAN&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=G&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1280&bih=834&tbm=isch&tbnid=otRzVNoYveK3eM:&imgrefurl=http://harimgh.wordpress.com/2010/11/29/kepemimpinan-profetik-dan-hukum-perubahan/&docid=7g9bdlPkx1QgyM&imgurl=http://harimgh.files.wordpress.com/2010/11/kepemimpinan-profetik-dan-hukum-perubahan.jpg&w=800&h=600&ei=900OT4bXHsLRrQfF8u2DAg&zoom=1&iact=hc&vpx=980&vpy=475&dur=120&hovh=194&hovw=259&tx=126&ty=94&sig=110007990031137846548&page=1&tbnh=145&tbnw=193&start=0&ndsp=23&ved=1t:429,r:16,s:0

Sabtu, 07 Januari 2012

Beberapa topik kasus & penyelesaiannya



Kasus 1 : Hartoyo sebagai manager
                Drs.Hartoyo btelah menjadi manager tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara.Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan.Beberapa dari karayawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.
                Pada jam istirahat makan siang, hartoyo bertanya pada Drs.Abdul Halim,ak,manager departemen keuangan,apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi .Abdul Halim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”,bahwa para karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri  olehnya.Dia(Hartoyo) menyatakan  ‘dalam tentara,saya ,membuat semua keputusan untuk bagian saya,dan semua bawahan mengahrapkan saya untuk berbuat seperti itu”.

Pertanyaan kasus:
1.       Gaya kepimpinan macam apa yang digunakan oleh Hartoyo?bagaimana keuntungan dan kelemahannya?bandingkan motivasi bawahan Hartoyo sekrang dan dulu sewaktu di tentara.
2.       Konsekuensinya apa,bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya?Apa saran saudara bagi perusahaan,untuk merubah keadaan?
Penyelesaian dari pertanyaan
1.       Gaya kepemimpinan Drs.Hartoyo adalah gaya kepemimpinan otakratis.
Untuk keuntungan pada gaya kepemimpinan tersebut hanya berlaku apabila seseorang memegang jabatan paling tinggi pada suatu perusahaan besar karena dapat mengandalkan kekuatan perusahaan tersebut sehingga mendapatkan kekuasaan mutlak dan juga keras dalam mempertahankan prinsip ini berguna dalam mempertahankan prinsip suatu departemen yang dia pimpin.
Untuk kelemahanan pada gaya kepemimpinan otokratis adalah pemimpin menggangap dia paling berkuasa,segala sesuatunya terpaksa contohnya dalam memberi perintah kepada bawahan,dan yang paling penting adalah jauh dari bawahannya.
Motivasi dahulu Drs.Hartoyo yang menjadi pemimpin tentara adalah menghalalkan segala jenis kepimpinan untuk mencapai kemenangan terhadap musuh ,walaupun dengan mengorbankan bawahan.
Motivasi sekarang Drs.Hartoyo sebagai manajer tingkat menegah suatu departemen produksi perusahaan adalah mengembangkan produksi suatu perusahan dan meningkatkan penjualan produksi tanpa mementingkan hal yang bersifat personal karena dalam suatu departemen pimpinan dibantu oleh bawahan yang lebih kurangnya memberi andil yang cukup untuk memajukan produksi suatu perusahaan.
2.       Konsekuensinya dari gaya kepemimpinan tersebut adalalah apabila memimpin suatu departemen akan mengakibatkan penurunan kinerja departemen itu sendiri ,ini dikarenakan oleh pemimpin lebih mementingkan dirinya sendiri tanpa ada demokrasi dalam pengambilan keputusan yang penting untuk departemen dia,kekuasaan sering disalah artikan oleh pimpinan sebagai kekuasaan mutlak,sehingga perintah-perintah yang diberikan mutlak harus dikerjakan walaupun tidak sesuai dengan progres departemen.Sehingga ada suatu jurang pemisah antara pemimpin dan bawahan.
Saran untuk kepemimpinan tersebut adalah,pemimpin harus lebih bersosialisasi dengan bawahan tanpa ada paksaan atas semua perintah-perintah.Demokrasi harus  ditegakkan dalam suatu departemen karena demokrasi merupakan hal yang penting untuk pencegahan otoritas mutlak seorang pemimpin,sebagai pimpinan yang baik dapat menerima usul bawahan karena terkadang bawahan mempunyai ide-ide yang bisa membuat kinerja departemen meningkat.Dan yang paling penting adalah jangan mengganggap diri sendiri yang  paling berkuasa,karena dalam kekuasaan tersebut terjadi apabila ada orang-orang bawahan.

Kasus 5 : “kehilangan kursi”
                Sebuah organisasi manufacturing yang mempunyai karyawan sekitar 270 orang memperkerjakan seorang manjer produk baru dengan maksud untuk mengurangi biaya-biaya produksi,meningkatkan kualitas produk,dan memperbaiki produktivitas karyawan.Pekerjaan adalah melelahkan dan kondisi-kondisipekerjaan sangat tidak menyenangkan.Ini terutama disebabkan oleh panas dan debu yang ditimbulkan olej proses produksi.Hari kerja dibagi menjadi 3 shift.dimana lama waktu setiap shift adalah 8 jam,tanpa waktu makan yang ditetapkan secara eksplisit.Para karyawan biasanya membeli minuman dan makanan dari warung-warung disekitar pabrik dan minum datau makan sambil bekerja.Teknisi keamanan pabrik mengemukkan bahwa gang-gang yang digunakan untuk lalu lintas truk-truk pengangkut barang sering terhambat atau terganggu oleh lalu lalang para karyawan yang memerlukan dan membeli minuman dan makanan.Manajer baru mangambil keputusan untuk membangun sebuah cafetaria untuk mengurangi bahaya keamanan ini dan untuk memberikan kepada karyawan suatu tempat makan jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan.
                Setelah bangunan diselesaikan,para karyawan mulai di cafetaria seperti yang diharapkan. Bagaimanapun juga,meninggalkan lokasi pekerjaan menunjukkan secara implisit adanya periode istirahat untuk makan bagi para karyawan .Waktu  yang dihabiskan para karyawan untuk keperluan tersebut tentunya naik secara menyolok dan sewbagai akibatnya terjadi penurunan produktivitas. Manajer pabrik kemudian memutuskan bahwa untuk menghinadri para karyawan mondar-mandir ke cafetaria,dia akan memindahkan kursi-kursi.Para karyawan marah karena “kenyamanan” yang selama ini di rasa telah diambil.Konsultasi pengembangan organisasi(organization development),setelah diperkenalkan,memperoleh informassi dari serangkaian wawancara bahwa para karyawan tidak pernah menginginkan cafetaria,mereka sesungguhnya mengingkan lokasi yang lebih aman dari truk-truk pengANGKUT BARANG.
Pertanyaan :
Apa kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manajemen dalam proses perubahan tersebut?jelaskan!

Penyelesaian :
1.       Hanya terdapat 1 manajer pabrik yang mengurusi 270 orang ,
Dalam kasus organisasi yang mengangkat seorang manajer pabrik untuk 270 orang karyawan di karenakan penekanan biaya produksi dll,ini merupakan kesalahan pokok karena kinerja terbaik seseorang terbatas akan kekuatan fisik dirinya,dengan penurunan ini dia tidak cukup mampu menghandel 270 orang sekaligus dalam satu waktu.
2.       Lokasi yang kurang strategis
Dalam kasus diatas di jelaskan karyawan harus bolak balik untuk membeli kebutuhan mereka,jadi akan membuat pekerjaan tertunda sementara waktu.
3.       Waktu istirahat
Karyawan bekerja dalam 8 jam dalam 1 shift sehingga jeda istirahat itu tidak mungkin terjadi sehingga karyawan terlalu dipaksa untuk bekerja keras ,waktu ini berkaitan dengan lokasi yang kurang strategis.
4.       Kesalahartian keadaan
Maksudnya adalah manajer beranggap pembangunan cafetaria akan mempermudah karyawan,namun terkadang mereka merasa kenyaman sering terganggu,dan karyawan hanya membutuhkan lokasi untuk truk-truk yang mengganggu keamanan para karyawan saat memenuhi  kebutuhan mereka.