Senin, 09 April 2012

INFLASI






INFLASI
                    MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM 2








                           Nama                          : Citra Nurhanifah
                           NPM                           : 11110613

                           Kelas                           : 2KA03



UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2011/2012






PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Seperti yang di ketahui bahwa di Indonesia inflasi merupakan penyakit ekonomi yang tidak bisa diabaikan, karena dapat menimbulkan dampak yang sangat luas. Oleh karena itu inflasi sering menjadi target kebijakan pemerintah. Inflasi tinggi begitu penting untuk diperhatikan mengingat dampaknya bagi perekonomian yang bisa menimbulkan ketidakstabilan, pertumbuhan ekonomi yang lambat, pengangguran yang selalu meningkat.
Seperti pengangguran, inflasi juga merupakan masalah yang selalu dihadapi . Sasaran ditetapkan untuk inflasi yang diukur dengan indeks harga kosumen ( IHK )  memberi informasi tentang indeks mengenai perkembangan rata-rata perubahan harga sekelompokbarang atau jasa tetap yang  pada umumnya dikonsumsi oleh rumah tangga dalam suatu kurun waktu tertentu. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan ( Inflasi ) atau tingkat penurunan (deflasi) harga barang atau jasa kebutuhan rumah tangga sehari-hari dengan mengeluarkan dampak dari kenaikkan harga-harga yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah di bidang harga dan pendapatan. Sehingga kita mengetahui inflasi adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi sedangkan deflasi berarti penurunan harga barang dan jasa secara umum. Hal tersebut  dapat menyebabkan kelesuan dalam dunia ekonomi. Dari pengertian tersebut  apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini.
Oleh karena itu, tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah.  Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Namun demikian ada negara yang meng-hadapai tingkat inflasi  yang lebih serius atau sangat tinggi, misalnya Indonesia pada tahun 1966 dengan tingkat inflasi 650%. Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiper inflasi ( hyper inflation ).
Sehingga sasaran inflasi tersebut adalah ekonomi makro,arena ekonomi makro dapat sangat mempengaruhi usaha rumah tangga, perusahaan,dan pasar bebas.Karena seperti yang diketahui ekonomi makro itu untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.Untuk itu dengan menggunakan model-model makroekonomi yang dikembangkan , menganalisis dan memproyeksikan bebepara laju pertumbuhan ekonomi kedepannya,dengan berbagai komponen-komponennya dan komposisinya yang didorong oleh sisi permintaan dan sisi penawaran.Dengan cara ini dapat diukur kecenderungan terjadinya kesengajaan antara besarnya permintaan dengan penawaran agregat ( yang diukur dengan output potensial ),atau yang sering disebut output gap( kesenjangan output ).Besarnya output gap inilah yang diperkirakan akan menentukan besarnya tekanan terhdap inflasi kedepannya. Selain itu IHK yang mengalami kenaikan tertinggi dan menggunakan Time Series untuk mendapatkan model terbaik dan meramalkan indeks harga konsumen.

1.2  Perumusan Masalah

1.2.1        Identifikasi Masalah
Permasalahan yang diambil adalah
1.      Penyebab dari inflasi tersebut mengapa sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi seluruh negara.
2.      Faktor-faktor terjadinya inflasi di Indonesia dan apa pengaruhnya bagi pekembangan ekonomi Indonesia

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.
Kenaikan harga ini diukur dengan menggunakan indeks harga. Beberapa indeks harga yang sering digunakan untuk mngukur inflasi antara lain :
1.      Indeks biaya hidup (consumer price index)                                                                                    
Indeks biaya hidup mengukur biaya atau pengeluran untuk membeli sejumlah barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga untuk keperluan hidup.
2.      indeks harga perdagangan besar (wholesale pirce index) 
indeks perdangangan besar meniti beratkan pada sejumlah barang pada tingkat pedangangan besar.

3.      GNP deflator
GNP deflator adalah jenis indeks yang lain. Berbeda dengan dua indeks di atas, dalam cakupan barangnya. GNP deflator mencakup jumlah barang dan jasa yang mencangkup dalam perhitungan GNP, jadi lebih banyak jumlahnya bila dibanding dengan dua indeks di atas GNP deflator diperoleh dengn membagi GNP nominal (diatas harga Berlaku) dengan GNP rill (atas dasar harga konstans)
GNP Deflator  =  GNP nominal x 100
                              GNP rill
2.1  Penggolongan Inflasi
 Inflasi dapat digolongkan menjadi 2 yaitu ;
1.      Inflasi yang berasal dari dalam negeri
Inflasi alm negeri terjadi akibat defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya bursa pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi naik.
2.      Inflasi dari luar negeri
Inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang imporIni bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikkan tarif impor barang.
Inflasi dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga
1.      Inflasi Tertutup ( Closed Inflation )
Jika kenaikkan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu  atau dua barang tertentu.
2.      Inflasi Terbuka ( Open Inflation )
Apabila kenaikkan harga yang terjadi pada semua barang secara umum.
3.      Inflasi yang tak terkendali ( Hiperinflasi )
Jika setiap harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot.
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
1.     Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
2.     Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3.     Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4.     Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)


PEMBAHASAN


Globalisasi perdagangan bebas diseluruh dunia, yang secara langsung berpengaruh terhadap kondisi perekonomian suatu negara. Persaingan global mendorong pemerintah lebih memperhatikan berbagai aspek, khususnya aspek ekonomi. Era globalisasi sendiri merupakan sesuatu yang positif, dalam pengertian sebagai proses di mana ekonomi semua negara saling berinteraksi secara timbal balik satu sama lain, dan dengan demikian memberi peluang bagi masing-masing Negara untuk mengembangkan dan meningkatkan ekonominya. Proses globalisasi sendiri dapat diidentifikasikan dalam lima ciri pokok yaitu : pertumbuhan transaksi keuangan internasional yang cepat; pertumbuhan perdagangan yang cepat; gelombang investasi asing langsung yang mendapat dukungan luas dari kalangan perusahaan trans-nasional; timbulnya pasar global; penyebaran teknologi dan komunikasi yang semakin canggih.
Seperti yang telah dikemukakan diatas proses globalisasi yang begitu cepat dengan pertumbuhan perdagangan yang cepat maka tidak menutup kemungkinan hal tersebut dapat memicu kenaikkan inflasi,karena pergerakkan harga yang cepat melonjak karena arus perdagangan yang cepat. Pengaruh akan inflasi untuk semua negara maju ataupun yang berkembang sangat lah penting untuk dianalisis dan diawasi setiap pergerakkanknya,karena pengaruh inflasi ini membuat suatu negara dilanda krisis berkepanjangan,sehingga kita harus mengetahui penyebabnya.

Penyebab Inflasi, dapat dibagi menjadi :
  1. Demand Side Inflation, yaitu disebabkan oleh kenaikan permintaan agregat yang melebihi kenaikan penawaran agregat
  2. Supply Side Inflation, yaitu disebabkan oleh kenaikan penawaran agregat yang melebihi permintaan agregat
  3. Demand Supply Inflation, yaiti inflasi yang disebabkan oleh kombinasi antara kenaikan permintaan agregat yang kemudian diikuti oleh kenaikan penawaran agregat,sehingga harga menjadi meningkat lebih tinggi
  4. Supressed Inflation atau Inflasi yang ditutup-tutupi, yaitu inflasi yang pada suatu waktu akan timbul dan menunjukkan dirinya karena harga-harga resmi semakin tidak relevan dalam kenyataan
Dalam hal ini, Inflasi mempunyai keuntungan dan kerugian tersendiri yang bisa digunakan mengembangkan model-model solusi pada saat terjadi inflasi,pemerintah atau bahkan masyarakat dapat mengatasinya, sehingga inflasi tersebut tidak banyak berpengaruh pada perkenomian Indonesia.
Pengaruh  Positif Dari Inflasi
1.      Jika Inflasi termasuk dalam inflasi ringan makan positifnya dapat meningkatkan pendapatan nasional dan dapat membuat gairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi semakin tinggi sebagai contoh seseorang yang bekerja di perusahaan yang perusahaan tersebut mengandalkan untung dan rugi nya dengan adanya inflasi.
2.      Inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikkan biaya produksi,hal tersebut terjadi apabila produsen akan mendorong untuk melipatgandakn produksinya.

Pengaruh Negatif Dari Inflasi

1.      Inflasi dan Perkembangan Ekonomi
Inflasi yang tinggi tingakatnya akan menghambat perkembangan ekonomi. Biaya yang terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktif sangat tidak menguntungkan. Maka pemilik modal biasanya lebih suka menggunakan uangnya untuk tujuan spekulasi. Investasi produktif akan berkurang dan tingkat kegiatan ekonomi akan menurun. Sebagai akibatnya lebih banyak pengangguran akan terwujud.
Kenaikan harga-harga juga menimbulkan efek buruk pula ke atas perdagangan. Kenaikan harga menyebabkan barang-barang Negara itu tidak dapat bersaing di pasaran internasional, selanjutnya ekspor akan menurun. Sebaliknya, harga-harga produksi dalam negeri yang semakin tinggi sebagai akibat inflasi menyebabkan barang-barang impor relatif murah, maka lebih banyak impor yang dilakukan. Ekspor yang menurun dan diikuti oleh impor yang bertambah menyebabkan ke tidak seimbangan dalam aliran mata uang asing. Kedudukan neraca pembayaran akan memburuk.

2.      Inflasi dan Kemakmuran Rakyat
Disamping menimbulkan efek buruk ke atas kegiatan ekonomi Negara inflasi juga akan menimbulkan efek-efek terhadap individu dan masyarakat.

3.      Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang-orang yang berpendapatan tetap. 
Pada umumnya kenaikan upah tidaklah secepat kenaikan harga-harga. Maka inflasi akan menurunkan upah riil individu-individu yang berpendapatan tetap. Sehingga daya beli masyarakat juga akan menurun.Sebagai contoh : seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
4.      Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang.
Sebagian kekayaan masyarakat disimpan dalam bentuk uang. Simpanan di bank, simpanan tunai, dan simpanan dalam institusi-institusi keuangan lain merupakan simpanan keuangan. Nilai riilnya akan menurun apabila inflasi berlaku

5.      Memperburuk pembagian kekayaan
Telah ditunjukkan bahwa penerima pendapatan tetap akan menghadapi kemorosotan dalam nilai riil pandapatnya, dan pemilik kekayaan bersifat keuangan mengalami penurunan dalam nilai riil kekayaannya. Juga sebagian penjual/pedagang dapat mempertahankan nilai riil pendapatannya. Dengan demikian inflasi menyebabkan pembagian pendapatan diantara golongan berpendapatan tetap dengan pemilik-pemilik harta tetap dan penjual/pedagang akan menjadi semakin tidak merata.
            Masalah Inflasi juga mulai masuk ke Indonesia,masalah yang sering kali menjadi alasan untuk menaikkan harga-harga kebutuhan pokok  masyarakat Indonesia, Dalam beberapa tahun terakhir Indonesia belum dapat menyelesaikan masalah perekonominya. Berbagai upaya telah dilakukan agar Indonesia keluar dari krisis yang melanda sejak 1997, akibat penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Hal tersebut sangat mempengaruhi semua aktivitas perekonomian seperti: terjadinya kesenjangan antara sektor moneter dengan sektor riil yang semakin melebar, dari segi permintaan terjadi peningkatan untuk pembelian dollar di mana cadangan devisa yang digunakan untuk memasok permintaan tersebut sangat terbatas, adanya proyek-proyek yang sifatnya konsumtif, waktu jatuh tempo utang swasta yang membengkak. Kondisi semacam ini semakin memuncak hingga rupiah terperosok pada titik yang terendah.
            Faktor yang menjadikan inflasi di indonesia salah satu nya adalah  melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Sebagai contoh pada tahu 1997 laju inflasi sebesar 11,1%,diikuti pula tahun 1998 tingkat inflasi mencapai 77,36%. Inflasi terjadi akibat peningkatan para spekulasi terhadap nilai tukar serta melonjaknya permintaan pasar karena adanya ketidakpastian harga.Tahun 1999 tingkat inflasi relatif terkendali sebesar 2,01%,sedangkan pada tahun 200 tingkat inflasi melonjak kembali melebihi angka yang telah di targetkan sebesar 9,35%.Sementara itu tahun 2001 diperkirakan laju inflasi berada di level 4-6%,juga di tahun 2002 dan 2003 laju inflasi diperkirakan dilevel 7-9%.
Untuk mengatasi hal tersebut pemeritah Indonesia mengupayakan yang harus dilakukan untuk mengatasi tingkat inflasi di indonesia, pemerintah harus mempunyai suatu kebijakan yang dapat menekan tingkat inflasi dan menciptakan stabilitas moneter yang merupakan persoalan struktural dalam perekonomian indonesia. Kesemuanya itu tidak mudah dan memerlukan kehati-hatian yang mendalam. Informasi mengenai faktor utama yang menyebabkan kenaikan laju inflasi sangat diperlukan sebelum pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk menekan laju inflasi yang berlebihan.Peranan nilai tukar dalam perdagangan internasional, sangat mempengaruhi apakah seorang investor, importir, pengusaha, maupun lembaga bisnis lainnya akan melakukan kegiatannya. Sebagai upaya untuk mengetahui bagaimana suatu nilai tukar valuta asing terbentuk, seseorang perlu memperhatikan aspek perubahan kurs, sehingga dengan demikian dapat mengestimasi arah dari perubahan kurs yang akan datang.
Menurut yang dikemukakan diatas , bahwa semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika serta tingginya inflasi yang akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat cenderung meningkatkan konsumsi impornya, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara nilai ekspor dengan impor.
Selain Kurs rupiah,inflasi juga berpengaruh adanya muncul pengangguran di Indonesia . tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dari hasil pengamatan, ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan rendah. Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena, pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan
setiap tahunnya. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. Karena itu, setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran, yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment).
            Pada tahun 1980-an, pengangguran terbuka di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat yaitu dari 1,7 persen pada tahun 1980 menjadi 3,2 persen pada tahun 1990. Pertumbuhan pengangguran di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan, yaitu meningkat dari 2,8 persen pada tahun 1980 menjadi 6,1 persen pada tahun 1990. Sebaliknya tingkat pengangguran di pedesaan menurun secara drastis yaitu dari 1,4 persen menjadi 0,1 persen.Dari sisi pendidikan, tingkat pengangguran selama periode 1980 – 1990 pada semua tingkat pendidikan memper-lihatkan kecenderungan yang meningkat. Seterusnya, tingkat angkatan kerja berpendidikan di bawah Sekolah Dasar yang menganggur paling rendah sedangkan yang berpendidikan tinggi adalah yang paling tinggi, yaitu meningkat dari 1,8 persen pada 1980 menjadi 15,9 persen pada 1990. Selanjutnya, tingkat pengangguran di kota Indonesia selama periode 1971-1980 relatifnya rendah dan memperlihatkan kecenderungan yang menurun. Menurut Manning (1984: 1-28), kadar pengangguran rendah ini disebabkan karena: (a) besarnya kemampuan sektor informal menyerap, bahkan menarik sejum-lah besar penganggur, (b) tingkat investasi pemerintah yang tinggi dalam projek pembangunan dan prasarana sosial (sekolah, klinik kesehatan dan lain-lain), dan (c) pertumbuhan sektor pertanian yang tinggi dan adanya peluang pekerjaan baru di luar bidang usaha tani di pedesaan.



PENUTUP
1.      KESIMPULAN

Inflasi merupakan kenaikkan harga yang terus menurus dalam kurun waktu yang lama.Inflasi ini juga termaksud dalam ancaman terbesar dalam dunia perekonomian suatu negara,karena inflasi dalam menyebabkan krisis yang berkepanjangan.Hal itu itu terbukti dengan ada lemahnya nilai tukar kurs uang negara,dan inflasi juga menyebabkan banyak bermunculan pengangguran.

2.      SARAN

Dalam pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah sebaiknya harus memperhatikan dampak jangka panjang nya dan hanrus lebih memperhatikan kenaikan atau penurunan dari inflasi tersebut sehingga dapat mewaspadai pengaruh inflasi tersebut.






 SUMBER : 
  1. MAKALAH%20INFLASI%20«%20Emperordeva’s%20Weblog.htm
  2. MAKALAH%20INFLASI%20«%20Emperordeva’s%20Weblog.htm
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi
  4. http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-tentang-inflasi-dan-dampaknya.html
  5. http://ekonomi.kabo.biz/2011/12/efek-buruk-inflasi.html
  6. http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptumm-gdl-s1-2002-tri-8800-inflasi
  7. http://id.berita.yahoo.com/harga-bbm-naik-pengaruh-inflasi-hanya-3-bulan-062834824.html
  8. http://harisahmad.blogspot.com/2011/01/pengaruh-inflasi-dan-pertumbuhan.html
  9.  

                                                                                                                                        














Tidak ada komentar:

Posting Komentar