Sabtu, 07 Januari 2012

Beberapa topik kasus & penyelesaiannya



Kasus 1 : Hartoyo sebagai manager
                Drs.Hartoyo btelah menjadi manager tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara.Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan.Beberapa dari karayawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.
                Pada jam istirahat makan siang, hartoyo bertanya pada Drs.Abdul Halim,ak,manager departemen keuangan,apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi .Abdul Halim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”,bahwa para karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri  olehnya.Dia(Hartoyo) menyatakan  ‘dalam tentara,saya ,membuat semua keputusan untuk bagian saya,dan semua bawahan mengahrapkan saya untuk berbuat seperti itu”.

Pertanyaan kasus:
1.       Gaya kepimpinan macam apa yang digunakan oleh Hartoyo?bagaimana keuntungan dan kelemahannya?bandingkan motivasi bawahan Hartoyo sekrang dan dulu sewaktu di tentara.
2.       Konsekuensinya apa,bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya?Apa saran saudara bagi perusahaan,untuk merubah keadaan?
Penyelesaian dari pertanyaan
1.       Gaya kepemimpinan Drs.Hartoyo adalah gaya kepemimpinan otakratis.
Untuk keuntungan pada gaya kepemimpinan tersebut hanya berlaku apabila seseorang memegang jabatan paling tinggi pada suatu perusahaan besar karena dapat mengandalkan kekuatan perusahaan tersebut sehingga mendapatkan kekuasaan mutlak dan juga keras dalam mempertahankan prinsip ini berguna dalam mempertahankan prinsip suatu departemen yang dia pimpin.
Untuk kelemahanan pada gaya kepemimpinan otokratis adalah pemimpin menggangap dia paling berkuasa,segala sesuatunya terpaksa contohnya dalam memberi perintah kepada bawahan,dan yang paling penting adalah jauh dari bawahannya.
Motivasi dahulu Drs.Hartoyo yang menjadi pemimpin tentara adalah menghalalkan segala jenis kepimpinan untuk mencapai kemenangan terhadap musuh ,walaupun dengan mengorbankan bawahan.
Motivasi sekarang Drs.Hartoyo sebagai manajer tingkat menegah suatu departemen produksi perusahaan adalah mengembangkan produksi suatu perusahan dan meningkatkan penjualan produksi tanpa mementingkan hal yang bersifat personal karena dalam suatu departemen pimpinan dibantu oleh bawahan yang lebih kurangnya memberi andil yang cukup untuk memajukan produksi suatu perusahaan.
2.       Konsekuensinya dari gaya kepemimpinan tersebut adalalah apabila memimpin suatu departemen akan mengakibatkan penurunan kinerja departemen itu sendiri ,ini dikarenakan oleh pemimpin lebih mementingkan dirinya sendiri tanpa ada demokrasi dalam pengambilan keputusan yang penting untuk departemen dia,kekuasaan sering disalah artikan oleh pimpinan sebagai kekuasaan mutlak,sehingga perintah-perintah yang diberikan mutlak harus dikerjakan walaupun tidak sesuai dengan progres departemen.Sehingga ada suatu jurang pemisah antara pemimpin dan bawahan.
Saran untuk kepemimpinan tersebut adalah,pemimpin harus lebih bersosialisasi dengan bawahan tanpa ada paksaan atas semua perintah-perintah.Demokrasi harus  ditegakkan dalam suatu departemen karena demokrasi merupakan hal yang penting untuk pencegahan otoritas mutlak seorang pemimpin,sebagai pimpinan yang baik dapat menerima usul bawahan karena terkadang bawahan mempunyai ide-ide yang bisa membuat kinerja departemen meningkat.Dan yang paling penting adalah jangan mengganggap diri sendiri yang  paling berkuasa,karena dalam kekuasaan tersebut terjadi apabila ada orang-orang bawahan.

Kasus 5 : “kehilangan kursi”
                Sebuah organisasi manufacturing yang mempunyai karyawan sekitar 270 orang memperkerjakan seorang manjer produk baru dengan maksud untuk mengurangi biaya-biaya produksi,meningkatkan kualitas produk,dan memperbaiki produktivitas karyawan.Pekerjaan adalah melelahkan dan kondisi-kondisipekerjaan sangat tidak menyenangkan.Ini terutama disebabkan oleh panas dan debu yang ditimbulkan olej proses produksi.Hari kerja dibagi menjadi 3 shift.dimana lama waktu setiap shift adalah 8 jam,tanpa waktu makan yang ditetapkan secara eksplisit.Para karyawan biasanya membeli minuman dan makanan dari warung-warung disekitar pabrik dan minum datau makan sambil bekerja.Teknisi keamanan pabrik mengemukkan bahwa gang-gang yang digunakan untuk lalu lintas truk-truk pengangkut barang sering terhambat atau terganggu oleh lalu lalang para karyawan yang memerlukan dan membeli minuman dan makanan.Manajer baru mangambil keputusan untuk membangun sebuah cafetaria untuk mengurangi bahaya keamanan ini dan untuk memberikan kepada karyawan suatu tempat makan jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan.
                Setelah bangunan diselesaikan,para karyawan mulai di cafetaria seperti yang diharapkan. Bagaimanapun juga,meninggalkan lokasi pekerjaan menunjukkan secara implisit adanya periode istirahat untuk makan bagi para karyawan .Waktu  yang dihabiskan para karyawan untuk keperluan tersebut tentunya naik secara menyolok dan sewbagai akibatnya terjadi penurunan produktivitas. Manajer pabrik kemudian memutuskan bahwa untuk menghinadri para karyawan mondar-mandir ke cafetaria,dia akan memindahkan kursi-kursi.Para karyawan marah karena “kenyamanan” yang selama ini di rasa telah diambil.Konsultasi pengembangan organisasi(organization development),setelah diperkenalkan,memperoleh informassi dari serangkaian wawancara bahwa para karyawan tidak pernah menginginkan cafetaria,mereka sesungguhnya mengingkan lokasi yang lebih aman dari truk-truk pengANGKUT BARANG.
Pertanyaan :
Apa kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manajemen dalam proses perubahan tersebut?jelaskan!

Penyelesaian :
1.       Hanya terdapat 1 manajer pabrik yang mengurusi 270 orang ,
Dalam kasus organisasi yang mengangkat seorang manajer pabrik untuk 270 orang karyawan di karenakan penekanan biaya produksi dll,ini merupakan kesalahan pokok karena kinerja terbaik seseorang terbatas akan kekuatan fisik dirinya,dengan penurunan ini dia tidak cukup mampu menghandel 270 orang sekaligus dalam satu waktu.
2.       Lokasi yang kurang strategis
Dalam kasus diatas di jelaskan karyawan harus bolak balik untuk membeli kebutuhan mereka,jadi akan membuat pekerjaan tertunda sementara waktu.
3.       Waktu istirahat
Karyawan bekerja dalam 8 jam dalam 1 shift sehingga jeda istirahat itu tidak mungkin terjadi sehingga karyawan terlalu dipaksa untuk bekerja keras ,waktu ini berkaitan dengan lokasi yang kurang strategis.
4.       Kesalahartian keadaan
Maksudnya adalah manajer beranggap pembangunan cafetaria akan mempermudah karyawan,namun terkadang mereka merasa kenyaman sering terganggu,dan karyawan hanya membutuhkan lokasi untuk truk-truk yang mengganggu keamanan para karyawan saat memenuhi  kebutuhan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar